Kejadian yang sungguh mengesalkan dan merugikan yang menimpa saya sebagai pelanggan wifone kembali terjadi kemarin tepatnya pukul 18:50 WIB. Kejadian dimana pulsa saya hilang sebesar Rp.2,000.00 lebih padahal koneksi internet belum nyambung, tidak sedetik pun. Hal ini memang sering saya alami dulu beberapa bulan yang lalu dan setelah saya perhatikan jam-jam yang beresiko tinggi untuk kehilangan pulsa itu ada diantara pukul 19:00 - 21:00, saking seringnya saya mengalami hal tersebut sampai-sampai jam-jam segitu saya blacklist untuk penggunaan internet.
Kemarin malam itu tadinya seperti biasa saya ingin meng-update blog ini, tetapi setelah beberapa kali dial dan tidak kunjung connect maka saya cancel saja percobaan koneksi wifone-nya yang kebetulan saya set untuk melakukan percobaan 100 kali dial jika gagal terus dengan jeda antar dial attempt selama 1 detik. Lalu saya cek pulsanya dengan menelpon ke *955, lalu mesin otomatis wifone merespon dengan menginformasikan bahwa saya mempunyai sisa pulsa sebesar Rp.37,800.00 lebih, setelah itu saya pun kembali melakukan percobaan connect ke internet lagi, kali ini cukup dengan 1 kali dial lampu indikator layar perangkat wifone Axxesstel P830 yang saya pakai menyala yang mengindikasikan biasanya sebentar lagi koneksi akan berhasil, tetapi entah mengapa keterangan "Verifying username and password" muncul lebih lama dari biasanya, setelah itu pesan "Access denied invalid username or password pun muncul" ah sudah deh, saya teringat kejadian yang dulu-dulu terus saya cancel percobaan dialnya. Dan setelah saya cek kembali ke nomor *955, memang benar, ternyata pulsa saya berkurang menjadi Rp.35,786.00.
Sungguh disayangkan kejadian seperti ini kembali saya alami, mungkin bukan saya saja yang mengalami karena bukan saya saja yang menggunakan internet dengan wifone kan?? Dulu saya sudah berkali-kali mengirim e-mail ke customer servicenya wifone tetapi jawaban yang saya dapat sungguh tidak masuk akal, katanya kabel USB yang menghubungkan komputer saya dengan perangkat wifone itulah yang mengalami gangguan, coba saja ganti dengan membawanya ke gerai esia terdekat katanya.. ah bagaimana mungkin dalam hati saya?? saya pun orang teknis, bukannya saya sombong tapi paling tidak saya punya logika berpikir bagaimana mustinya sebuah billing program itu berjalan karena saya pun kebetulan programmer. Kalau tarif internet wifone hanya Rp.135.00 / menit, kenapa ketika saya gagal connect ke internet yang berati satu detik pun tidak nyambung dengan internet pulsa saya hilang Rp.2,000.00 ?? kalaupun gagal connect tersebut ternyata memang connect walaupun sesaat, taro lah connect selama satu detik, dan billingnya dibulatkan menjadi 1 menit alias Rp.135.00, nah kenapa berkurang sampe Rp.2,000.00 ??? padahal saya cek pulsa yang tersisa sesaat setelah gagal connect tersebut, sangat tidak masuk akal kan.. pesan saya buat rekan-rekan yang lain sesama pengguna wifone biasakanlah untuk mengecek jumlah pulsa sebelum dan sesudah kalian dial ke internet, siapa tau kalian dial, mengalami kejadian yang sama seperti saya dan pulsanya pun berkurang, kalau sudah kejadian seperti itu e-mail saja customer care-nya wifone, saya lupa alamatnya tapi bisa dilihat di situs resmi mereka www.wifone.co.id , siapa tau semakin banyak orang komplain akan hal yang serupa dengan yang saya alami ini maka mereka pun bisa melakukan perbaikan mutu layanan.
Gara-gara pulsa melayang ini akhirnya memicu saya untuk mengeluarkan unek-unek tentang mutu layanan wifone selama 2 bulan terakhir ini. Kalau dulu pada saat saya membeli wifone pada awal bulan Februari 2007, jika saya mau connect ke internet maka 1 kali dial pun bisa langsung connect dan koneksinya biasanya stabil, mau jam berapa pun kecepatan download dan uploadnya rata-rata bisa mencapai 25 kb / detik, tetapi sejak muncul iklannya di tv kecepatannya hanya jam-jaman saja dan kadang 1 kali dial pun tidak cukup. Ini perkiraan saya, semenjak iklan wifone muncul di tv maka pengguna wifone pun semakin banyak maka traffic pun mulai sibuk, nah mungkin karena semakin bertambahnya pelanggan ini tidak diimbangi dengan bertambahnya infrastruktur yang mendukungnya (seperti penambahan BTS di kawasan padat pelanggan) sehingga untuk bisa connect ke internet pun menjadi berebutan, tidak bisa cukup dengan 1 kali dial seperti dulu. Dengan kejadian ini saya jadi menaruh harapan banyak kepada
peraturan pemerintah untuk menjaga standar mutu layanan operator selular di Indonesia, semoga peraturan tersebut bisa segera diberlakukan sehingga mutu layanan operator selular bisa lebih baik ketimbang saat ini dan kita sebagai pelanggan tidak lagi-lagi dikecewakan.